MALANG — Malang United U-15 mencatatkan 25 pemain dalam daftar Piala Soeratin U-15 2026 Jawa Timur—Regional Kota Malang. Komposisi tim tersebut terdiri atas dua penjaga gawang, sembilan pemain bertahan, 11 gelandang dan tiga penyerang.
Daftar ini menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan Malang United dalam pembinaan sepak bola usia muda. Selain menunjukkan identitas pemain yang masuk dalam skuad kompetisi, susunan tersebut menggambarkan pilihan yang tersedia bagi tim pelatih di setiap lini permainan.
Dua Penjaga Gawang Disiapkan
Posisi penjaga gawang ditempati Arya Bima Muhammad Fathan dengan nomor punggung 1 dan Abdul Hakim Akbar dengan nomor punggung 20.
Kehadiran dua penjaga gawang memberikan pilihan kepada tim pelatih dalam menjalani rangkaian kompetisi. Keduanya menjadi bagian dari struktur pertahanan pertama sekaligus berperan dalam memulai pembangunan serangan dari area belakang.
Sembilan Pemain Mengisi Sektor Pertahanan
Malang United U-15 mencatatkan sembilan pemain untuk mengisi berbagai peran di lini belakang.
Mereka adalah Dery Abiyu Meilano dengan nomor punggung 2, Satria Girindra Wardhana dengan nomor 4, Jovian Marvellino Putra dengan nomor 5, serta Muhammad Id’Rus Az Zieaq dengan nomor 6.
Sektor pertahanan juga diisi Keisha Aldafa Maygiansyah dengan nomor 14, M. Nakhilan Fai’q Awaliludin dengan nomor 16, Fahry Raffashidqi Atthariq dengan nomor 21, Daffa Mochammad Rizqulloh dengan nomor 23, dan Dzulfikar Nur Hasyim Maulidy dengan nomor 27.
Dalam data registrasi, Keisha Aldafa Maygiansyah dan Satria Girindra Wardhana tercantum sebagai bek tengah, sementara Dzulfikar Nur Hasyim Maulidy terdaftar sebagai bek kiri. Enam pemain lainnya tercatat dalam kategori pemain bertahan.
Sebelas Gelandang Menjadi Kelompok Terbesar
Sektor tengah menjadi bagian dengan jumlah pemain terbanyak dalam skuad Malang United U-15. Sebanyak 11 pemain terdaftar sebagai gelandang.
Mereka adalah Ananta Rhezky Sanjaya dengan nomor punggung 8, Muhamad Baven Noviansyah dengan nomor 11, Vino Zanward Pratama dengan nomor 12 dan Jordan Ibrahim El Thaariq dengan nomor 13.
Selanjutnya terdapat Dzaky Athaa Daffa Setiawan dengan nomor 17, Dhaniswara Cahya Ramadhana dengan nomor 18, Ghaza Syifaud Dzihniy dengan nomor 19, serta Muhamad Arsyafin Ubaydillah dengan nomor 22.
Tiga gelandang lainnya adalah Muhammad Abyan Dewantoro dengan nomor 25, Assyauqy Nur Fahmi Hidayat dengan nomor 26 dan Moch Wahyu Alfian Pratama dengan nomor 28.
Banyaknya pilihan di sektor tengah memberikan ruang bagi tim pelatih untuk membangun kombinasi pemain sesuai kebutuhan pertandingan. Namun, posisi dalam registrasi tidak selalu bersifat kaku karena pemain usia muda masih berada dalam proses mempelajari lebih dari satu peran.
Tiga Pemain Mengisi Lini Depan
Tiga pemain tercatat sebagai penyerang, yakni Cendana Haggy Abrianto dengan nomor punggung 7, Diaz Arrosyid Putra dengan nomor 9 dan Radhika Gilang Pratama dengan nomor 10.
Ketiga pemain tersebut menjadi bagian dari lini depan Malang United U-15. Perkembangan mereka tidak hanya diukur melalui jumlah gol, tetapi juga dari pergerakan tanpa bola, pengambilan keputusan, kemampuan menekan lawan, kerja sama dan keterlibatan dalam organisasi permainan.
Fondasi Permainan Menjadi Fokus Pembinaan U-15
Sebelum memasuki kompetisi, Malang United telah menjalankan program persiapan U-15 dan U-17 di bawah arahan Khusnul Yuli. Untuk kelompok U-15, tim pelatih memberi perhatian terhadap penguatan teknik dasar, keberanian menguasai bola, disiplin posisi, komunikasi dan kemampuan bermain sebagai satu kesatuan.
Malang United juga menekankan bahwa persiapan kompetisi tidak hanya berpusat pada sebelas pemain awal. Kedalaman skuad diperlukan agar setiap pemain memahami tugasnya dan siap berkontribusi ketika memperoleh kesempatan.
Komposisi 25 pemain dalam daftar kompetisi memberi tim pelatih pilihan untuk melakukan evaluasi di seluruh lini. Pada tahap pembinaan U-15, proses tersebut penting agar pemain belajar menghadapi tuntutan pertandingan tanpa meninggalkan pengembangan teknik dan pemahaman bermain.
Bagian dari Persaingan Regional Kota Malang
Piala Soeratin U-15 Regional Kota Malang 2026 menjadi tahap kompetisi daerah sebelum perwakilan kota melangkah ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
Rangkaian regional tersebut berakhir pada 31 Juli 2026. Berdasarkan informasi resmi Arema FC, Arema FC U-15 mengalahkan Blayu FC dengan skor 1–0 pada pertandingan final di Lapangan ARG Lawang dan memperoleh status sebagai wakil Kota Malang menuju putaran provinsi.
Bagi para pemain Malang United U-15, keterlibatan dalam kompetisi menjadi bagian dari proses memperoleh pengalaman pertandingan resmi. Lingkungan kompetitif memberikan kesempatan untuk menguji penerapan teknik, komunikasi, kedisiplinan posisi, pengambilan keputusan dan kemampuan merespons tekanan.
Dokumentasi Pemain untuk Pembinaan Berkelanjutan
PSSI Jawa Timur sebelumnya menegaskan pentingnya penggunaan sistem SIAP dalam kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 untuk mendukung transparansi serta ketertiban administrasi pemain.
Dalam konteks pembinaan klub, daftar pemain dapat menjadi titik awal untuk membangun catatan perkembangan yang lebih lengkap. Dokumentasi tersebut selanjutnya dapat dilengkapi dengan kehadiran latihan, menit bermain, posisi yang dimainkan, evaluasi teknik, kondisi fisik, disiplin dan perkembangan pemain dari satu periode ke periode berikutnya.
Malang United mengapresiasi seluruh pemain, orang tua atau wali, pelatih, ofisial, serta pihak yang mendukung perjalanan tim U-15 dalam Piala Soeratin 2026.
Pantau berita, dokumentasi, dan perkembangan Akademi Malang United melalui malangutd.com dan kanal media sosial resmi Malang United Academy.






