Sempat membalikkan kedudukan menjadi 2-1 dan menyamakan skor 3-3, Malang United U-13 akhirnya kebobolan gol penentu pada menit-menit akhir. Kepala Akademi Noor Ramadhan menyoroti lemahnya penyelesaian akhir.
MALANG – Malang United U-13 harus menerima kekalahan dramatis 3-4 dari Gama dalam lanjutan Piala Soeratin U-13 2026 Jawa Timur zona Kota Malang, Selasa (21/7/2026).
Pertandingan berlangsung dengan perubahan skor yang cepat. Malang United lebih dahulu tertinggal 0-1 hingga babak pertama berakhir.
Selepas jeda, Malang United menunjukkan respons positif. Mereka mampu mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan sekaligus memimpin 2-1.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Berdasarkan laporan Kepala Akademi Malang United, Noor Ramadhan, dua tendangan bebas Gama kemudian mengubah kedudukan menjadi 2-3.
Malang United tidak langsung menyerah. Tim KU-13 tersebut kembali mencetak gol untuk menyamakan skor menjadi 3-3 dan membuka peluang membawa pulang setidaknya satu poin.
Namun, ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Gama berhasil mencetak gol keempat. Gol tersebut memastikan Malang United harus mengakhiri laga dengan kekalahan tipis 3-4.
Noor Ramadhan Soroti Penyelesaian Akhir
Meski kembali gagal meraih hasil positif, Noor menilai Malang United sebenarnya mampu mengendalikan permainan dan menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan lawannya.
Kondisi tersebut dinilai hampir sama dengan pertandingan pertama ketika Malang United menghadapi UB 82.
“Lebih banyak punya peluang, tapi penyelesaian akhir sangat lemah,” ujar Noor dalam laporan yang diterima, Selasa.
Evaluasi itu menunjukkan bahwa efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah utama Malang United. Tim mampu mencetak tiga gol dan dua kali memberikan respons setelah tertinggal, tetapi belum berhasil mengubah dominasi serta jumlah peluang menjadi poin.
Selain penyelesaian akhir, pertahanan dalam menghadapi situasi bola mati juga menjadi aspek yang perlu diperbaiki. Dua tendangan bebas Gama mampu mengubah momentum pertandingan ketika Malang United sedang unggul 2-1.
Konsentrasi pada fase akhir laga turut menjadi catatan. Setelah bekerja keras menyamakan skor menjadi 3-3, Malang United kembali kebobolan sebelum pertandingan berakhir.
Kekalahan Kedua dengan Margin Tipis
Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua Malang United dalam kompetisi. Pada pertandingan pembuka, mereka juga harus mengakui keunggulan UB 82 dengan skor 0-1.
Ringkasan pertandingan resmi mencatat Malang United mampu menahan UB 82 tanpa gol pada babak pertama sebelum akhirnya kalah tipis. Gol penentu UB 82 dicetak Nabil Akmal Abrisam pada menit ke-56.
Dengan demikian, Malang United telah kebobolan dua gol penentu pada fase akhir dalam dua pertandingan beruntun. Perbedaannya, lini serang Malang United kali ini menunjukkan peningkatan dengan mencetak tiga gol ke gawang Gama.
Kemampuan membalikkan keadaan dari 0-1 menjadi 2-1 serta bangkit dari ketertinggalan 2-3 menjadi 3-3 juga memperlihatkan daya juang para pemain. Namun, ketenangan dalam penyelesaian peluang dan kemampuan menjaga momentum masih harus ditingkatkan.
Malang United U-13 sendiri tercatat sebagai peserta dalam registrasi final Piala Soeratin U-13 2026 Jawa Timur zona Kota Malang.
Pada level pembinaan usia muda, pertandingan menghadapi Gama menjadi pelajaran penting bagi para pemain Malang United. Dominasi permainan perlu diikuti efektivitas mencetak gol, organisasi pertahanan saat menghadapi bola mati dan konsentrasi sampai peluit akhir.






