Pemain 17 tahun kelahiran Malang itu merupakan hasil scouting Malang United dari ajang Malang Junior League U-17 2024 dan telah dua kali tampil di Piala Soeratin U-17.
Malang — Malang United kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun pembinaan pemain muda secara terstruktur. Salah satu talenta yang kini mendapat kesempatan berkembang di level yang lebih tinggi adalah Farel Sahadha, pemain 17 tahun kelahiran Malang yang saat ini dipinjamkan ke Bhayangkara U-18 sejak akhir tahun 2025.
Farel bukan nama yang muncul secara tiba-tiba dalam sistem pembinaan Malang United. Ia direkrut pada tahun 2024 untuk bergabung dengan Malang United U-17 setelah sebelumnya memperkuat SSB Arunda FC. Proses perekrutannya berawal dari pemantauan bakat dalam kompetisi Malang Junior League U-17 2024, ajang yang diinisiasi oleh Malang United sebagai wadah kompetisi sekaligus jalur pencarian talenta muda potensial.
Masuknya Farel ke Malang United menjadi salah satu bukti bahwa Malang Junior League tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi usia muda, tetapi juga menjadi instrumen nyata dalam sistem scouting dan pengembangan pemain. Dari ajang tersebut, pemain-pemain potensial mendapat peluang untuk masuk ke pembinaan yang lebih serius dan terarah.

Setelah bergabung dengan Malang United U-17, Farel terus menjalani proses perkembangan di lingkungan kompetitif klub. Ia tercatat mengikuti dua musim kompetisi Piala Soeratin U-17, yakni pada tahun 2024 dan tahun 2025. Keikutsertaan dalam dua edisi turnamen bergengsi usia muda itu menjadi bagian penting dari pembentukan pengalaman bertanding, mental dan konsistensi performanya.
Bagi pemain muda, tampil dalam Piala Soeratin bukan sekadar menambah menit bermain. Kompetisi tersebut menjadi salah satu panggung pembuktian yang penting dalam sepak bola usia muda Indonesia. Dalam dua musim itu, Farel mendapat pengalaman berharga untuk berkembang dalam aspek teknik, taktik, disiplin dan kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.
Memasuki akhir tahun 2025, Malang United kemudian mengambil langkah lanjutan dengan meminjamkan Farel ke Bhayangkara U-18. Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pemain agar Farel mendapatkan pengalaman yang lebih luas, atmosfer persaingan yang berbeda dan tantangan baru yang dapat mempercepat proses kematangannya sebagai pesepak bola muda.
General Manager Malang United, Tata Arya menegaskan bahwa peminjaman Farel merupakan bagian dari arah pembinaan jangka panjang klub.
“Farel adalah salah satu pemain muda potensial yang lahir dari proses pembinaan kami. Dia terpantau dari Malang Junior League, kemudian berkembang di Malang United U-17 dan sudah mengikuti dua musim Piala Soeratin U-17. Peminjaman ke Bhayangkara U-18 ini menjadi langkah penting agar dia mendapatkan pengalaman, jam terbang dan tantangan baru. Harapan kami, Farel bisa berkembang lebih maksimal dan kembali dengan kualitas yang semakin matang,” ujar Tata Arya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Malang United tidak memandang peminjaman pemain muda sebagai perpindahan biasa. Sebaliknya, langkah itu dilihat sebagai bagian dari investasi pembinaan agar pemain memperoleh ruang berkembang yang lebih luas sebelum kembali dan memberikan kontribusi lebih besar bagi klub.
Perjalanan Farel sendiri menunjukkan jalur pembinaan yang cukup jelas. Ia memulai langkah dari SSB Arunda FC, lalu terpantau dalam Malang Junior League U-17 2024, direkrut ke Malang United U-17, dipercaya tampil dalam Piala Soeratin U-17 2024 dan 2025, hingga akhirnya dipinjamkan ke Bhayangkara U-18 pada akhir tahun 2025. Rangkaian itu menjadi cerminan bagaimana ekosistem pembinaan yang dibangun Malang United mulai menghasilkan jalur perkembangan yang konkret bagi pemain muda.
Sebagai pemain kelahiran 2008, Farel masih memiliki masa depan yang panjang. Dengan usia yang masih sangat muda, peluang untuk terus berkembang masih terbuka lebar. Pengalaman yang ia kumpulkan sejak level SSB, kompetisi usia muda, hingga peminjaman ke Bhayangkara U-18, menjadi fondasi penting dalam proses pembentukan kariernya.
Bagi Malang United, perkembangan Farel Sahadha menjadi salah satu sinyal positif bahwa investasi di sektor pembinaan usia muda mulai menunjukkan hasil nyata. Sementara bagi Farel sendiri, kesempatan bersama Bhayangkara U-18 bisa menjadi babak penting untuk meningkatkan kualitas dan menapaki level persaingan yang lebih tinggi di masa mendatang.






